Pelajar Madrasah Aljunied capai markah penuh dalam IB, Berita Setempat

Pelajar Madrasah Aljunied capai markah penuh dalam IB, Berita Setempat

Kecintaannya pada ilmu dan cara beliau menerapkan ilmu yang didapat merupakan bukti kerja keras Madrasah Aljunied Al-Islamiah untuk membentuk kelompok ulama yang unggul.

Dengan perolehan 45 poin, Tasneem Jamaludeen, 19, menjadi siswa pertama madrasah yang berhasil mencatatkan nilai sempurna dalam ujian International Baccalaureate Diploma Program (IBDP), memecahkan rekor prestasi madrasah tahun lalu.

Bu Tasneem termasuk di antara 16 siswa Madrasah Aljunied yang mengikuti ujian dan lulus dengan rata-rata hasil madrasah 39,69.

Skor rata-rata lebih tinggi dari hasil rata-rata global 32,39 poin.

Sementara itu, siswa Singapura secara keseluruhan berhasil berprestasi lebih baik dari siswa lain secara global dengan nilai rata-rata 40,6.

Tingkat kelulusan dari total 2.156 siswa yang mengikuti ujian IBDP di sini adalah 99,15 persen.

Singapura juga berhasil menghasilkan 133 dari 238 siswa yang mendapat nilai sempurna dari 45 poin tahun ini.

Tasneem mengatakan dukungan dari keluarga, teman-teman serta sistem dukungan yang kuat dari sekolah memungkinkan dia dan teman-teman sekelasnya untuk mencapai prestasi luar biasa tersebut.

Sementara itu, cita-citanya untuk melanjutkan studi matematika atau hukum di National University of Singapore (NUS) juga menjadi pendorong kuat untuk meraih prestasi yang baik.

Namun, pencapaiannya bukan tanpa hambatan.

Dia hampir menyerah karena terlalu lelah dan stres selama periode sebelum ujian Mei tahun lalu.

Namun, dia dibangkitkan berkat doa dan dorongan dari orang tua, teman, dan gurunya.

“Memang saat itu saya merasa tidak bisa lagi belajar, saya sudah terlalu lelah dan ‘burn out’.

“Tapi, semangat itu muncul kembali setelah saya merenungkan kembali tujuan sebenarnya di balik apa yang saya lakukan dan juga berkat doa orang-orang di sekitar saya,” ujarnya.

Menurutnya, rombongan siswa Madrasah Aljunied yang mengikuti ujian IBDP sebelumnya juga memberikan pembinaan.

Bahkan kakaknya juga merupakan salah satu madrasah angkatan pertama IBDP dan akan melanjutkan studi Sistem Informasi di University of Management Singapore (SMU) setelah menjalani masa National Service (NS).

Memberikan semangat kepada siswa madrasah yang ingin mengikuti program tersebut, Ibu Tasneem mengatakan:

“Tantangan yang kita hadapi terkadang menyakitkan, tetapi hargai setiap detik dari perjalanan ini.

“Penting juga untuk selalu mengingat tujuan sebenarnya dari mengikuti program, dan pastikan ada waktu untuk bersantai, jika tidak kita akan ‘burnout’.”

Laporan lanjutan: Madrasah Aljunied mencatatkan hasil yang baik di IB






Share This Article