Tanjong Katong Complex akan ditutup bagi kerja baik pulih besar mulai Ogos 2023, penyewa perlu cari kedai alternatif, Berita Setempat

Tanjong Katong Complex akan ditutup bagi kerja baik pulih besar mulai Ogos 2023, penyewa perlu cari kedai alternatif, Berita Setempat

Sebuah gedung pertokoan yang dekat dengan jantung komunitas Melayu/Muslim, Kompleks Tanjong Katong (TKC), akan ditutup dan akan menjalani pekerjaan renovasi besar-besaran mulai Agustus 2023 untuk memberikan kesegaran dan keaktifan pada tempat tersebut.

Namun, identitas tempat sebagai pusat perdagangan yang kaya akan warisan budaya Melayu akan tetap dipertahankan.

Otoritas Pertanahan Singapura (SLA), yang memantau TKC sebagai properti milik pemerintah, mengatakan pekerjaan perbaikan diharapkan akan selesai pada Juli 2026.

Setelah menjalani renovasi, pengunjung dapat mengharapkan antara lain, ruang makanan dan minuman (F&B) di atap dan ruang untuk melakukan program komunitas, menurut pernyataan SLA, Rabu (8 Desember).

Luas lantai bruto (GFA) ruang diharapkan meningkat sebesar 20 persen.

Pekerjaan pemugaran TKC ini merupakan bagian dari upaya merenovasi Geylang Serai sebagai jantung budaya masyarakat Melayu seperti yang diumumkan oleh Perdana Menteri, Mr. Lee Hsien Loong, dalam Reli Hari Nasional 2018.

“SLA menyadari bahwa TKC memiliki tempat khusus dan unik di Singapura dan tanggapan publik menunjukkan bahwa TKC (gedung) yang ikonik perlu dipertahankan. TKC yang diperbaharui akan menambah semarak pada area tersebut dan menjadikan Geylang Serai sebagai area budaya bagi komunitas dan masyarakat Singapura.

“Warga dan komunitas dapat melihat pembangunan yang diperbaharui yang memiliki lebih banyak ruang ritel, pilihan F&B serta fasilitas dan layanan yang lebih baik,” kata kepala eksekutif SLA Colin Low dalam sebuah pernyataan SLA pada hari Rabu.

Gedung TKC merupakan kompleks perbelanjaan ber-AC pertama yang dikembangkan oleh Housing and Development Board (HDB) pada tahun 1984. SLA mengelola TKC sejak Maret 1998.

Sejak perkembangannya, TKC belum mengalami pekerjaan peningkatan besar dan sistem mekanik dan listrik perlu diperbarui.

Dalam merencanakan pekerjaan pemugaran ini, SLA telah memperhitungkan umpan balik masyarakat yang diperoleh dari Oktober 2019 hingga Januari 2020 untuk kawasan budaya Geylang Serai.

Menurut SLA, umpan balik termasuk langkah-langkah untuk memelihara bangunan mengingat hubungan dekat masyarakat dengan TKC serta nilai-nilai warisannya.

Pekerjaan pemugaran sangat tepat waktu untuk gedung yang direnovasi dan diberi ‘nafas baru’ untuk melengkapi gedung-gedung baru di sekitarnya seperti Wisma Geylang Serai (WGS) dan pusat perbelanjaan PLQ Mall.

Ini merupakan bagian dari upaya untuk merombak Geylang Serai sebagai strip budaya Melayu seperti yang diumumkan oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam Reli Hari Nasional 2018.

Jalur tersebut meliputi area TKC hingga Kampong Ubi Community Club (CC) yang berada di sepanjang Geylang Road dan Sims Avenue.

Sementara itu, SLA telah bertemu dengan tenant untuk menginformasikan pekerjaan overhaul pada Rabu (8 Desember).

Masa sewa dari 106 tenant TKC itu seharusnya berakhir pada 31 Desember 2022.

Namun, SLA memahami kesulitan yang dihadapi penyewa selama dua tahun terakhir karena Covid-19.

“Oleh karena itu, SLA diberikan perpanjangan masa sewa enam bulan hingga 30 Juni 2023 agar bisa memanfaatkan sale Hari Raya pada April 2023,” kata SLA.

Pemberitahuan satu setengah tahun di muka ini akan memberi penyewa waktu untuk membuat rencana relokasi, tambah SLA.

Penyewa didorong untuk mencari lokasi alternatif untuk menemukan bisnis mereka dan berencana untuk melanjutkan bisnis mereka, kata SLA

Mereka yang mencari lokasi alternatif di properti milik pemerintah dapat mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam tender terbuka di bawah portal Online Informasi Barang Milik Negara (SPIO) (https://sla.gov.sg/spio).

“SLA akan bekerja dengan penyewa TKC yang ada untuk membantu dalam rencana transisi,” kata pernyataan SLA.






Share This Article