Penyair Kadir Pandi meninggal, Berita Setempat

Penyair Kadir Pandi meninggal, Berita Setempat

PENYANYI yang juga penulis kenamaan, Abdul Kadir Pandi, 70, meninggal kemarin setelah mengalami serangan jantung Sabtu lalu.

Dia dirawat di Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH) dalam kondisi kritis sebelum menghembuskan nafas terakhirnya kemarin pagi.

Almarhum yang tergabung dalam Kelompok Pasukan Sastra Muda (Kamus) itu pernah menjabat sebagai supervisor di Immigration and Checkpoints Authority (ICA).

Sepanjang kiprahnya di dunia penulisan, Allahyarham juga bekerja sebagai jurnalis paruh waktu dan menyumbangkan berbagai laporan tentang dunia seni, hiburan, dan perkembangan sastra Melayu di Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Sebagai penyair, ia bekerja keras, dengan puisinya Daun-Daun Berguguran diterbitkan di Berita Minggu pada tahun 1975.

Karyanya juga dimuat dalam antologi Tiga Warna Bertemu terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) tahun 1987, selain Portret Diri Seorang Penyair tahun 2004 terbitan Malay Language Council of Singapore (MBMS).

Puisinya Menjaring Mentari Hidupku dijadikan teks pembelajaran untuk GCE level ‘A’ yang tertuang dalam antologi Itulah Kata-Kata terbitan National Arts Council (NAC) tahun 2014.

Ia menerima Penghargaan Sastra MBMS pada tahun 1995 untuk puisinya Puisi Waktu (Buat Ibuku) dan Penghargaan Sastra MBMS untuk puisinya Menjaring Mentari Hidupku pada tahun 2009.

Sahabat dekat Almarhum Encik Eunos Asah saat dihubungi Berita Harian kemarin mengatakan, persahabatan mereka dimulai sejak tahun 1970-an.

“Allahyarham adalah orang yang bertalenta. Kami sama-sama berkecimpung di dunia seni sebagai jurnalis dan penyair,” ujarnya.

Jenazah almarhum dimakamkan kemarin.






Share This Article