Sokongan khusus, program bantu pelajar madrasah raih PSLE lebih baik, Berita Setempat

Sokongan khusus, program bantu pelajar madrasah raih PSLE lebih baik, Berita Setempat

DUKUNGAN KHUSUS serta program-program dalam rangka peningkatan kualitas pedagogi dan kemampuan guru di madrasah menjadi salah satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap hasil Ujian Tinggal Sekolah Dasar (PSLE) tahun ini yang cukup menggembirakan.

Ini termasuk Center for Excellence and Cooperation (COEC) yang diperkenalkan oleh Dewan Agama Islam Singapura (Muis) serta bimbingan ahli untuk mendukung pengembangan guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Sementara itu, komitmen dan kerja sama guru, siswa, dan orang tua sangat penting dalam memastikan prestasi Madrasah tetap stabil, menurut juru bicara beberapa madrasah setempat kepada Berita Harian (BH).

Sebanyak 98,8 persen, atau 348 dari 352 siswa madrasah Standar Enam berhasil mencapai sekolah menengah, 0,3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menurut pernyataan Muis kemarin.

Pencapaian madrasah tahun ini sangat membanggakan dan merupakan bukti kerja keras pihak-pihak terkait, kata Kepala Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah, Encik Noor Isham Sanif.

Tantangan yang harus dihadapi tahun ini, antara lain belajar dari rumah (HBL) serta siswa yang terdampak virus Covid-19, menambah ‘manisnya’ prestasi tersebut, tambahnya.

Menyinggung peran guru sebagai ‘mesin’ dan sumber inspirasi bagi siswa, Encik Noor Isham menyambut baik program bimbingan dan dukungan bagi guru yang diberikan oleh Muis bekerjasama dengan National Institute of Education (NIE), khususnya untuk mata pelajaran seperti seperti Matematika dan Sains.

“Guru bukan hanya sumber ilmu, tetapi juga sumber inspirasi bagi siswa.

“Pelatihan dan program tambahan yang diberikan dapat membantu mereka memperbarui pendekatan mereka terhadap mata pelajaran yang diajarkan dan juga membentuk strategi yang lebih baik,” katanya.

Inisiatif COEC yang diperkenalkan oleh Muis tahun ini membuka peluang bagi madrasah untuk memilih menawarkan program pengembangan yang relevan ke madrasah lain.

Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah memilih menjadi pusat mata pelajaran Matematika dan Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) di tingkat sekolah dasar dan telah mengadakan lokakarya dan sesi yang melibatkan guru, siswa dan orang tua dari madrasah yang berbeda.

Menurut wakil kepala sekolah (sekolah dasar) Madrasah Al-Ma’arif Al-Islamiah, Ibu Maisarah Kasim, para guru madrasah juga dapat mengambil manfaat dari program-program di bawah COEC dan bekerja sama dengan Madrasah Irsyad.

Pada saat yang sama, Ibu Maisarah menekankan pentingnya mengadaptasi pendekatan pembelajaran dan pedagogis dengan kebutuhan dan kemampuan madrasah, siswa dan guru.

Ia menambahkan: “Asatizah juga perlu diberdayakan dalam aspek lain agar mereka lebih siap menghadapi ketidakpastian masa depan.

“Termasuk membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan di abad 21, terutama dalam hal teknologi.”

Selain itu, Madrasah Wak Tanjong Al-Islamiah juga telah memenuhi benchmark PSLE ​​yang ditetapkan Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) sebelumnya, dua kali dalam tiga tahun.

Artinya madrasah tetap diperbolehkan menerima siswa SD.

Meski awalnya khawatir apakah madrasah akan mampu memenuhi kebutuhan tersebut, Wakil Kepala Sekolah (Akademik) madrasah, Ibu Aini Safuan, mengatakan kerja keras guru, siswa dan orang tua serta bantuan dari berbagai sudut memberikan hasil yang baik.

“Memang hasil ini merupakan pencapaian yang manis bagi kami, selain dari kerja keras para guru, komitmen dari siswa dan orang tua, kami juga dibantu oleh relawan Apex Mentors yang membimbing siswa dan meningkatkan semangat dan kepercayaan diri mereka.

“Tambahan bimbingan dari para ahli dalam hal teknik mengajar juga membuat guru lebih percaya diri dan lebih mengetahui apa yang perlu dilakukan, terutama untuk siswa yang lebih lemah,” kata Ibu Aini.






Share This Article