Kasus Korupsi Bupati Banjarnegara, KPK Periksa Direktur Gayam Konstruksi dan HRD PT Sambas Wijaya

Kasus Korupsi Bupati Banjarnegara, KPK Periksa Direktur Gayam Konstruksi dan HRD PT Sambas Wijaya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suruhanjaya Pemberantasan Rasuah (KPK) menjadualkan pemeriksaan terhadap Pengarah CV Gayam Construction, Zen Muhammad dan Ketua HRD di PT Sambas Wijaya, Joko Purwanto, Khamis (14/10/2021).

Keduanya akan diperiksa dalam kasus-kasus dugaan korupsi, berpartisipasi dalam penyewaan, perolehan atau penyewaan di Kantor PUPR Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2017-2018 dan menerima ganjaran.

“Siasatan dilakukan di Polisi Banjarnegara, Jalan Pemuda No. 39, Semarang, Kabupaten Banjarnegara, Banjarnegara,” kata Pemangku jurucakap KPK Ali Fikri dalam pernyataannya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Kes Rasuah di HSU Kalimantan Selatan, KPK Memeriksa 13 Saksi di Ibu Pejabat Tabalong Brimob

Baca juga: PPKM Banjarnegara Meningkat Tahap 3, Objek Pelancongan Kawasan Dieng Ditutup Lagi

Baca juga: KPK Mencari Pejabat Sekretariat Daerah Banjarnegara, Mencari Bukti Korupsi Bupati Budhi Sarwono

KPK menjerat Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (BS) dan Kedy Afandi (KA) sebagai pihak swasta sebagai suspek dalam kes rasuah yang didakwa berkaitan dengan pemerolehan barang dan perkhidmatan di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada 2017-2018 dan menerima ganjaran.

Sekiranya pembinaan, KPK menyebutkan bahawa pada bulan September 2017, Budhi memerintahkan Kedy, yang juga merupakan orang yang dipercayai dan pernah menjadi ketua pasukan kejayaan Budhi ketika dia berpartisipasi dalam proses pemilihan kepala daerah untuk Kabupaten Banjarnegara untuk memimpin pertemuan koordinasi (rakor).

Mesyuarat koordinasi dihadiri oleh wakil persatuan perkhidmatan pembinaan di Kabupaten Banjarnegara yang terletak di salah satu restoran.

Dalam pertemuan itu, yang disampaikan menurut perintah dan arahan Budhi, Kedy mengatakan bahawa pakej projek kerja akan dilonggarkan dengan menaikkan Harga Anggaran Sendiri (HPS) sebanyak 20 peratus dari nilai projek dan bagi syarikat yang ingin mendapatkan pakej projek, mereka diminta memberikan yuran komitmen sebanyak 10 peratus dari nilai projek.

Bupati Banjarnegara (2017-2022) Budhi Sarwono dan mantan Ketua Pasukan Kejayaan dari BS dalam Pemilihan Kepala Daerah serta Broker Kedy Afandi, dinamakan sebagai suspek dan segera ditahan setelah menjalani pemeriksaan, di Bangunan KPK Merah dan Putih , Jakarta Selatan, Jumaat (3/9/2021). Budhi dan Kedy diduga meminta biaya 10 persen, atau Rp 2,1 miliar, dari sejumlah perusahaan yang menerima paket kerja untuk proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2017-2018. Tribunnews / Jeprima
Bupati Banjarnegara (2017-2022) Budhi Sarwono dan mantan Ketua Pasukan Kejayaan dari BS dalam Pemilihan Kepala Daerah serta Broker Kedy Afandi, dinamakan sebagai suspek dan segera ditahan setelah menjalani pemeriksaan, di Bangunan KPK Merah dan Putih , Jakarta Selatan, Jumaat (3/9/2021). Budhi dan Kedy diduga meminta biaya 10 persen, atau Rp 2,1 miliar, dari sejumlah perusahaan yang menerima paket kerja untuk proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2017-2018. Tribunnews / Jeprima (/ Jeprima)

Mesyuarat susulan sekali lagi diadakan di rumah persendirian Budhi yang dihadiri oleh beberapa wakil Persatuan Banjarnegara Gapensi dan Budhi secara langsung mengatakan bahawa antara mereka menaikkan HPS sebanyak 20 peratus dari harga semasa.

Dengan pengedaran berterusan, bernilai 10 peratus untuk Budhi sebagai yuran komitmen dan 10 peratus sebagai keuntungan rakan kongsi.

Di samping itu, Budhi juga memainkan peranan aktif dengan berpartisipasi secara langsung dalam pelaksanaan lelongan kerja infrastruktur, termasuk mengedarkan pakej kerja di Kantor PUPR Kabupaten Banjarnegara, yang melibatkan syarikat milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Kedy juga selalu dipantau dan diarahkan oleh Budhi ketika membuat pengaturan untuk pengedaran pakej kerja yang kemudiannya akan dilakukan oleh syarikat Budhi yang merupakan bagian dari kumpulan Bumi Redjo.

Penerimaan Budhi terhadap bayaran komitmen sebanyak 10 peratus dilakukan secara langsung atau melalui syafaat Kedy.

Bupati Banjarnegara (2017-2022) Budhi Sarwono dan mantan Ketua Pasukan Kejayaan dari BS dalam Pemilihan Kepala Daerah serta Broker Kedy Afandi, dinamakan sebagai suspek dan segera ditahan setelah menjalani pemeriksaan, di Bangunan KPK Merah dan Putih , Jakarta Selatan, Jumaat (3/9/2021). Budhi dan Kedy diduga meminta biaya 10 persen, atau Rp 2,1 miliar, dari sejumlah perusahaan yang menerima paket kerja untuk proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2017-2018. Tribunnews / Jeprima
Bupati Banjarnegara (2017-2022) Budhi Sarwono dan mantan Ketua Pasukan Kejayaan dari BS dalam Pemilihan Kepala Daerah serta Broker Kedy Afandi, dinamakan sebagai suspek dan segera ditahan setelah menjalani pemeriksaan, di Bangunan KPK Merah dan Putih , Jakarta Selatan, Jumaat (3/9/2021). Budhi dan Kedy diduga meminta biaya 10 persen, atau Rp 2,1 miliar, dari sejumlah perusahaan yang menerima paket kerja untuk proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2017-2018. Tribunnews / Jeprima (/ Jeprima)

KPK menduga Budhi telah menerima komitmen bayaran untuk berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara sekitar Rp 2,1 miliar.

Atas tindakan mereka, Budhi dan Kedy diduga melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 seperti yang diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sehubungan dengan Pasal 55 ayat 1 1 Kanun Jenayah.

Share This Article