PO ALS Punya Bus Baru Trayek Medan – Malang

PO ALS Punya Bus Baru Trayek Medan – Malang

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan Otobus (PO) Antar Lintas Sumatera (ALS) baru-baru ini juga merilis bus baru di karoseri Adiputro. PO ALS memesan bodi Jetbus 3+ HDD Voyager dengan sasis Mercedes Benz OH 1526.

Untuk bagian eksterior, bus baru milik PO ALS ini menggunakan warna khasnya yaitu hijau tua. Kemudian ditambah livery grafis modern kombinasi warna silver, abu-abu, oranye dan biru. Bagian peleknya juga memakai dop berwarna oranye agar makin serasi.

Beralih ke bagian sasis, PO ALS memang terkenal setia memakai merek Mercedes Benz. Kemudian PO asal Sumatera Utara ini juga masih mengandalkan sasis model ladder frame karena ketangguhannya melewati lintas Sumatera.

Baca juga: Menu Mobil Bekas Rp 50 Jutaan Pekan Ini, Ada Jazz, CR-V, hingga BMW

 

Untuk spesifikasi mesinnya, OH 1526 menggunakan mesin diesel 6.374 cc enam silinder segaris dengan turbo dan intercooler. Tenaga yang dihasilkan mesin ini mencapai 260 TK di 2.200 rpm dan torsi 950 Nm di 1.200 – 1.600 rpm.

Tenaga dan torsi yang besar tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6 percepatan. Untuk sektor suspensi, OH 1526 masih mengandalkan per daun dan pengeremannya memakai rem drum atau tromol.

Membahas soal interior, bus ALS ini menggunakan susunan kursi 2-2 dan diperuntukan sebagai executive class.

Kursi yang digunakan dilengkapi dengan armrest namun tidak ada legrestnya. Uniknya, ALS masih mengandalkan kursi berbahan fabric warna coklat dengan motif oranye.

Baca juga: Berburu Mobil Bekas Harga Rp 40 Jutaan di Balai Lelang Pekan Ini

Bus AKAP baru PO ALSInstagram/pt.antarlintassumatera Bus AKAP baru PO ALS

Fasilitas yang ada di kabin juga cukup banyak, misalnya seperti dua TV yang ada di bagian depan dan tengah. Kemudian di sisi belakang kiri, disediakan toilet yang hanya boleh digunakan untuk buang air kecil dan saat bus berjalan.

Bus ALS juga memiliki ciri membawa barang bawaan di atapnya. Namun untuk kelas eksekutif ini, nampaknya tidak digunakan untuk membawa barang sampai di atap karena tidak diperbolehkan oleh perusahaan.

Biasanya yang membawa barang bawaan di atap memakai bodi bus lama. Selain itu, untuk memperkuat atapnya, di bagian lorong kabin, dipasang beberapa tiang penyangga untuk menopang beban tambahan.

Share This Article